Widget HTML Atas

tentang stigma

cerpen islami penggugah hati

 



                                             Perlombaan qiro’ah

       Pada minggu yang cerah aku dan orang tuaku gotong royong membersihkan rumah,aku membersihkan dalam rumah dan ayahku membersihkan depan rumah,adekku membantu Ibuku di dapur untuk memasak makanan.

“ Dini tolong panggilkan ayah,kita makan dulu,”kata ibu.

“Baik bu,”jawabku.

aku langsung keluar rumah untuk memanggil ayah.”Ayah ayo makan dulu ,makanannya keburu dingin,”kataku kepada Ayahku.”Iya sebentar lagi ayah kedalam,”jawab Ayahku.Ketika aku sudah mendengar jawaban dari ayahku,aku langsung masuk ke dalam rumah dan aku langsung menuju ke meja makan dan ternyata dimeja makan sudah ada banyak makanan.

“Ayah dimana?”tanya ibuku.

“ayah masih di luar masih berbicara sama Pak Samsul,”jawabku.

Ibuku hanya mengangguk-ngangguk saja,dan adikku sudah makan dulu.ketika aku sedang minum ayah dan langsung duduk dikursinya.

“Dini apakah kamu masih mau ikut lomba qiro’ah,”tanya ayahku secara tiba-tibadan membuatku kaget.

“Masih,emang kenapa ayah?”jawabku.

“Tadi pak Samsul bilang sama ayah katanya nanti di balai desa ada perlombaan qiro’ah dan pendaftarannya akan tutup besok pagi karena lombanya besok sore,kalau kamu mau ikut nanti ayah akan bilang sama Pak Samsul,”tutur ayahku.

“Iya yah aku mau,”jawabku

“Oke,nanti ayah akan bilang sama pak Samsul,sekarang kita makan dulu kasian itu ibu kamu sudah lapar,”canda ayahku.

Kita semua yang ada dimeja makan ketawa semua karena candaan dari ayahku.ketika sudah selesai makan aku,adekku dan ibuku membersihkan meja makan dan ayahku langsung daftarin aku untuk lomba qiro’ah.

Ketika waktu sudah malam kami sekeluarga kumpul diruang keluarga membahas perlombaanku besok.”sudah latihan atau belum din?”tanya ibuku.”sudah bu,”jawabku.

“Besok sore kita akan ke balai desa,sekarang kita tidur dulu ini sudah malam,”suruh ayahku.

Pada sore hari aku dan sekeluarga langsung menuju balai desa ketika sudah sampai ternya sudah ramai,aku dan keluargaku langsung mengambil nomor urut dan lansung duduk dikursi yang disediakan.5 menit kemudian acara sudah di mulai.

“bagaimana Dini sudah siap atau belum?”tanya ayahku.

“Sudah yah tapi aku deg-degan dan kerinbgatku keluar terus,”jawabku.ketika aku mendengarkan bacaan dari peseta lain rasanya aku ingin mengundurkan diri,ternyata ayahku tau kalau aku takut dan ayahku,ibuku menyemangatiku,dan akhirnya namaku dipanggil.Aku langsung maju ke depan ketika sudah selesai aku langsung duduk lagi dikursiku.

“Suara kamu bagus sekali nak,”kata ibu-ibu yang ada di belakangku.Aku hanya tersenyum.

Dan akhirnya pengumuman pemenang diumumkan.Rasanya aku tidak ingin mendengarkan.

“Baiklah saya disini akan mengumumkan pemenang lomba qiro’ah,juara pertama dimenangkan olehhhhhhh Dini,”kata ustadnya.

Ketika aku mendengar itu rasanya aku kaget sekali,ibuku meneteskan air mata dan langsung memelukku.

 

Tidak ada komentar untuk "cerpen islami penggugah hati"