Widget HTML Atas

tentang stigma

cerpen penggugah jiwa

 

BAIK LUAR DALAM

 

Disuatu hari yang cerah, dua orang gadis kembar bernama Ara dan Ira sedang mengerjakan tugas di ruang belajar . Mereka mengerjakan dengan serius dan hening. Kemudian, bibi datang membawakan susu dan cemilan. “ Non Ara ini susu sama cemilan nya . oh iya, itu ada non Tiara di depan rumah nyariin non dari tadi ” kata bibi setelah meletakkan susu dan cemilan di atas meja. “iya bi makasih” jawab Ira. Namun, Ara seolah tidak mempedulikan kehadiran Tiara.

“Ra, itu Tiara dari tadi sudah nungguin kamu. Buruan kamu temuin dia sana!” perintah Ira yang sedang makan cemilan. Namun Ara masih saja tidak mempedulikan perintah Ira.

“Bi, tolong bilangin ke Tiara yang di depan rumah kalau aku sedang pergi ke rumah nenek gitu ya bi” pinta ara kepada Bibi yang sedang membersihkan debu di atas meja.

 “Iya Non akan bibi sampaikan” balas Bibi .

“Ara, kenapa kamu begitu sama Tiara . Dia itu sudah datang jauh - jauh, kenapa kamu usir?. Kasian dia, dia kan anak yang baik”. Ujar Ira menasihati Ara.

“Dari luar dia memang baik, ramah dan manis . Tapi, coba kamu lihat sifat - sifat dia . Dia itu manis di luar tapi dalamnya pahit”. Jawab Ara dengan sinis.

“Maksud kamu pahit gimana?. Tanya Ira.

“Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan, tidak cuman orang lain tapi temannya sendiri juga. Pokoknya banyak lah susah kalau dijelasin. Kalau kamu, kamu itu kan judes, ceplas ceplos. Tapi, kamu punya hati yang tulus walaupun kita sering berantem cuman gara - gara masalah sepele. Aku gak mau punya sahabat yang luarnya baik tapi dalam nya busuk”. Jelas Ara kepada Ira.

 

 

  Karya Agnes Erra Wardani

Tidak ada komentar untuk "cerpen penggugah jiwa"