puisi sembilu air langit
hilang tak menentu
air turun tak membisu
keadaan membuntu
seolah ingin berucap dengan isyarat dungu
perlahan tersalurkan
walau
jiwa tak pasti berintuisi
tapi dengan mu
aku tenang
meski dunia menghujat danku lari
dirimu tak selalu ada
karna ingin diriku kuat
dan ada
tuk temani sepi ku
dalam diam ku
terbiasa inti jiwaku tak mendera
perlahan terbesit sebuah nara
tuk bungkam pada dunia fana
tapi
jiwaku sungkan tuk tak berucap
sedih tuk hanya diam
rasa di kalbu ku tak setia tuk bisu
slalu ingin tuk menjamah
dan bilang dunia kini tak sehat lagi kawan
rintik mengajar tuk sadar
dan hujan bicara tuk kuat kan hati
agar dunia tau bahwa ini bukan wacana
tapi sebuah rintih yang terucap dariku


bagaima keadaan dunia dalam politik farmasi bos q
BalasHapus